Untuk target trading saya yang cukup simple, yaitu  mendapatkan profit yang konsisten dan tidak muluk-muluk, maka saya mencoba menerapkan metode mini open martingale, atau biar mudah saya singkat menjadi Mio Martingale. Dimana, metode trading martingale adalah salah satu metode yang cukup populer di kalangan para suhu-suhu trader.

Alasan saya pakai metode ini adalah karena saya memilih kondisi trading yang:
- Tanpa analisa rumit dan tidak bikin pusing
- Tidak menghabiskan waktu, karena waktu saya terbatas
- Bisa dimonitor dan dimainkan setiap saat kita bisa
- Mudah dioperasikan dari perangkat portable, seperti handphone atau tablet

Untuk memulai trading, saya dengan ngos-ngosan menyisihkan sedikit isi dompet dari uang istri, beli susu, bayar listrik, air, dll, he..he..he.. Dan akhirnya $ 100 saya investasikan di XM akun micro sebagai modal awal, tanggal 05 Desember 2016.

Istilah mini saya pakai untuk menggambarkan besarnya target profit dan besar lot yang akan saya pakai. Cukup realistis, tidak muluk-muluk dan kekuatan modal aman.

Open berarti adalah posisi lot yang telah dibuka tidak perlu ditutup terlebih dahulu, pada saat menggandakan posisi lot. Memang ada dua macam metode martingale, yaitu menutup posisi terlebih dulu sebelum membuka lot lebih besar, atau tanpa tutup posisi.


Sedangkan martingale sendiri, seperti halnya para trader kebanyakan sudah pada tahu, yaitu trading dengan membuka posisi kelipatannya (lot lebih besar) pada saat posisi awal mengalami kerugian. Dengan kata lain adalah metode lot bertingkat. 

1. Modal
Modal awal saya adalah USD 100, dengan menggunakan akun micro di XM. Modal ini nantinya adalah modal sekali pakai. Artinya modal adalah stop loss. Jadi jika saya hanya berani menangggung rugi $ 50 saja, maka investasi saya hanya $ 50 saja, bukan $ 100. Karena saya menyederhanakan metode ini tanpa sibuk mengatur stop loss.
2. Target profit investasi
Target profit adalah 1% perhari, sama dengan 5% per minggu, sama dengan 20% per bulan. Saya menentukan besarnya investasi yang realistis tanpa mencari profit yang membabi-buta.
3. Leverage
Pilih leverage semaksimal mungkin yang disediakan oleh broker. Jika di Exness, saya menggunakan 1:2000, jika di XM maksimalnya adalah 1:888. Hal ini penting, agar operasional kita tidak terhambat oleh leverage yang terlalu kecil.
4. Profit/loss per pips
Besarnya profit/loss per pips yang saya pilih adalah +-1/10.000/perpips dari modal. Jadi nilai pips yang saya pilih adalah +-1 $0.01 per pips, karena modal yang saya pakai adalah $ 100. Di XM akun micro, ini berarti posisi pertama yang dibuka adalah 0.10 lot. Tinggal disesuaikan dengan masing-masing broker.
5. Profit taking
Saat posisi lot pertama open sudah mencapai profit 10 pips ($0.01x10pips=$0.10), ambil untung bisa dilakukan dengan menutup posisi tersebut, dan membuka posisi terbaru. Begitupula jika beberapa posisi terbuka sudah mulai profit, maka kita bisa menutup semua posisi dan memulai dari awal lagi.
6. Menggandakan posisi
Membuka posisi baru dengan melipatgandakan (2x) lot sebelumnya, dilakukan ketika lot sebelumnya mengalami loss posisi 20 pips.
7. Pair mata uang
Tiga pair yang saya pakai. Untuk open pertama adalah USDJPY, EURUSD dengan arah yang sama jika buy, keduanya buy, begitu pula sebaliknya. Pair ketiga adalah EURGBP, dengan berlawanan arah.
8. Berita penting
Pilih running forex yang sedang sideways, dan hindari berita penting. Usahakan menutup semua posisi sebelum berita penting, dan membukanya kembali ketika berita penting telah selesai.

Nah, semua sudah siap dan saya mulai bekerja.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com