Salah satu strategi trading yang cukup populer di kalangan para trader adalah strategi martingale. Konon strategi sederhana ini diciptakan oleh ahli matematika Prancis di abad ke-18 bernama Paul Pierre Levy. 

Pada dasarnya strategi ini adalah metode taruhan dengan cara menggandakan besar taruhan berikutnya, ketika taruhan yang telah dilakukan mengalami kekalahan. Umumnya adalah sebesar dua kali lipat dari taruhan sebelumnya. Ketika mengalami kekalahan lagi, maka taruhan berikutnya digandakan lagi. Begitu seterusnya, sampai dengan taruhan benar.


Strategi ini kemudian diadopsi untuk forex trading. Jika open posisi mengalami loss, maka open posisi berikutnya adalah dengan menggandakan besarnya lot. Sehingga secara matematika sederhana, kekalahan sebelum-sebelumnya akan tertutupi oleh kemenangan lot terakhir dan sekaligus meraih profit. 

Contoh:
Open posisi pertama, sebesar 1 lot= -$10 (loss)
Open posisi kedua, sebesar 2 lot= -$20 (loss)
Open posisi ketiga, sebesar 4 lot= -$40 (loss)
Open posisi keempat, sebesar 8 lot = $80 (profit)

Maka hasil yang perhitungannya adalah,
= $80-($10+$20+$40)
= $10 (profit)

Jika ditelaah, metode martingale bisa diterapkan tanpa menggunakan analisa forex yang rumit, karena trader masih bisa memperbaiki posisi, jika posisi yang sebelumnya adalah salah. Bahkan bisa bisa dikatakan money management (manajemen keuangan) memegang peranan yang lebih penting dibandingkan sebuah analisa running forex. Sehingga para trader baru pun mudah memahaminya.

Menurut cara penerapannya, strategi forex martingale dibagi dua macam:
1. Open martingale
Artinya adalah posisi lot terbaru yang merupakan kelipatannya, dipasang langsung tanpa menutup posisi lot sebelumnya yang sedang mengalami loss.
2. Close martingale
Sebelum memasang posisi lot kelipatan berikutnya, posisi yang telah dipasang dan mengalami loss di close terlebih dahulu.

Nah, dengan kesederhanaan metode, apalagi dipadu dengan ketepatan matematis dan kemampuan analisa forex, maka bisa dipastikan strategi martingale ini bisa menjadi senjata ampuh untuk mengumpulkan profit. Ketepatan matematis ini misalnya adalah perhitungan ketahanan modal dan target profit realistis yang ingin dicapai. Sedangkan analisa forex misalnya adalah dengan menggunakan trading signal dan juga memonitor berita penting di forex calendar. Tinggal... seberapa mampukah kita memanfaatkan metode ini.

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com