Sebenarnya saya memulai trading sebelum tanggal 23 Mei 2013, kira-kira 10 hari sebelumnya. Akan tetapi belum terpikir untuk mengambil screenshot balance atau saldo rekening di FXOpen.

Sesuai rencana, saya membuka 12 akun trading micro. Kenapa saya memilih micro? Alasannya sederhana, saya belum mempunyai cukup uang untuk membuka akun standard ataupun ECN, jika digunakan dengan metode trading yang saya gunakan. Di FXOpen, akun micro bisa dibuka dengan deposit minimal hanya USD 1 saja, sekitar Rp 10.000, jadi sangat murah bukan?

Akan tetapi karena dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan tambahan perbulan, maka saya nekat untuk menyediakan modal awal lebih besar meskipun harus menguras dompet (demi masa depan he..he..he..), dengan perincian sebagai berikut untuk 12 akun:
  1. USD 80, trading EURCHF
  2. USD 80, trading EURUSD
  3. USD 80, trading EURJPY
  4. USD 80, trading CHFJPY
  5. USD 80, trading GBPJPY
  6. USD 15, trading AUDUSD
  7. USD 15, trading USDCHF
  8. USD 15, trading USDJPY
  9. USD 15, trading NZDUSD
  10. USD 15, trading GBPUSD
  11. USD 15, trading GBPCHF
  12. USD 15, trading AUDJPY

Jika ditotal adalah USD 505, atau sekitar Rp 5.050.000. Tujuan saya memecahnya menjadi 12 akun adalah agar masing-masing akun bisa mensuport akun lainnya jika mengalami masalah. Dan memang benar, dalam satu pekan akun GBPJPY saya mengalami masalah dan terkena margin call. Maklum pada pekan tersebut runningnya sangat kuat dan ganas.

Akan tetapi saya masih sangat berbahagia, karena akun-akun lainnya mengalami perkembangan pesat, bahkan lebih dari apa yang hilang. Inilah hasil screenshot saldo pada akun saya di FXOpen yang diambil pada tanggal 25 Mei 2013.


Lumayan, ada yang hilang tapi banyak yang berkembang....

Post a Comment

 
Top

Powered by themekiller.com